<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Kefaktaan Dalam Hidup</title>
	<atom:link href="http://ardityategankputra.wordpress.com/2008/06/23/kefaktaan-dalam-hidup/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ardityategankputra.wordpress.com/2008/06/23/kefaktaan-dalam-hidup/</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Nov 2009 14:08:58 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: dheaaaa</title>
		<link>http://ardityategankputra.wordpress.com/2008/06/23/kefaktaan-dalam-hidup/#comment-6</link>
		<dc:creator>dheaaaa</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Jun 2008 09:18:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ardityategankputra.wordpress.com/?p=4#comment-6</guid>
		<description>I love this part :
&quot;Ini berarti, tugas manusia dalam menghadapi maut ialah, bagaimana manusia mampu memberikan arti pada hidupnya sebagai subjek di setiap detik pada hidupnya, di dalam menghadapi maut yang absurd kedatangannya, akan tetapi mutlak adanya. &quot;

trus trus kalo yang ini :

&quot;Memang benar bahwa masa lalu adalah yang menjadikan kita sebagaimana adanya sekarang, akan tetapi ia hanya membentuk kita, bukanlah alasan atas pilihan-pilihan yang akan, maupun yang kita ambil sekarang. Ia bisa menjadi dasar pertimbangan, tetapi bukan alasan utama.&quot;

menurut gue pribadi, tergantung masing-masing orangnya juga sih dit, bener banget kata Berdayev, tergantung gimana seseorang memaknai masa lalu-nya sendiri. ntar kalo lo udah blajar keprib lo akan lihat deh, tokoh-tokoh seperti Freud &amp; Jung itu orang2 yang menganalisa motif dan kepribadian seseorang berdasarkan masa lalu mereka, disebut juga retrospective. Sedangkan orang-orang seperti Adler itu memandang kepribadian seseorang justru dari goals yang ingin mereka capai di masa depan, disebut juga AAH GUE LUPA DISEBUT APA. hihi. intinya sama aja sih, balik ke diri masing2 aja. :)

sekian.

- D! -</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>I love this part :<br />
&#8220;Ini berarti, tugas manusia dalam menghadapi maut ialah, bagaimana manusia mampu memberikan arti pada hidupnya sebagai subjek di setiap detik pada hidupnya, di dalam menghadapi maut yang absurd kedatangannya, akan tetapi mutlak adanya. &#8221;</p>
<p>trus trus kalo yang ini :</p>
<p>&#8220;Memang benar bahwa masa lalu adalah yang menjadikan kita sebagaimana adanya sekarang, akan tetapi ia hanya membentuk kita, bukanlah alasan atas pilihan-pilihan yang akan, maupun yang kita ambil sekarang. Ia bisa menjadi dasar pertimbangan, tetapi bukan alasan utama.&#8221;</p>
<p>menurut gue pribadi, tergantung masing-masing orangnya juga sih dit, bener banget kata Berdayev, tergantung gimana seseorang memaknai masa lalu-nya sendiri. ntar kalo lo udah blajar keprib lo akan lihat deh, tokoh-tokoh seperti Freud &amp; Jung itu orang2 yang menganalisa motif dan kepribadian seseorang berdasarkan masa lalu mereka, disebut juga retrospective. Sedangkan orang-orang seperti Adler itu memandang kepribadian seseorang justru dari goals yang ingin mereka capai di masa depan, disebut juga AAH GUE LUPA DISEBUT APA. hihi. intinya sama aja sih, balik ke diri masing2 aja. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>sekian.</p>
<p>- D! -</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
